Transaksi
Cara Mencatat Modal dan Uang Pribadi yang Diambil dari Usaha
Diperbarui
Setiap kali Anda menyetor uang pribadi ke usaha, catat sebagai transaksi jenis 'Modal'. Setiap kali Anda mengambil uang usaha untuk keperluan pribadi, catat juga sebagai Modal dengan nominal negatif atau keluar, supaya tidak tercampur dengan omzet penjualan.
Apa itu modal dalam pencatatan Alur?
Modal adalah uang yang Anda masukkan ke usaha dari kantong pribadi — bukan dari hasil jualan. Misalnya, waktu pertama buka warung Anda menyetor tabungan Rp 5.000.000 untuk beli rak dan stok awal. Itu modal.
Modal juga bisa ditambah kapan saja, misalnya saat usaha butuh suntikan dana tambahan dan Anda mengambil dari tabungan pribadi lagi.
Kenapa modal harus dicatat terpisah dari penjualan?
Karena kalau uang setoran modal ikut tercatat sebagai penjualan, laporan Omzet Anda jadi menggelembung padahal itu bukan hasil jualan. Ini bikin Anda salah menilai laris tidaknya warung.
Contoh: Pak Budi menyetor modal tambahan Rp 2.000.000 bulan ini. Kalau ini salah dicatat sebagai penjualan, laporan akan bilang omzet naik drastis — padahal warungnya sepi-sepi saja, uangnya cuma dari tabungan pribadi Pak Budi sendiri.
Bagaimana cara mencatat modal masuk?
- Buka Alur, ketuk tombol tambah transaksi.
- Pilih jenis transaksi “Modal”.
- Isi nominal yang disetor, misalnya Rp 2.000.000.
- Tambahkan catatan seperlunya, misalnya “tambahan modal dari tabungan”.
- Ketuk Simpan.
Uang ini langsung menambah saldo Kas, tapi tidak masuk hitungan Omzet maupun Laba — karena memang bukan hasil jualan.

Apa itu prive dan kenapa harus dicatat juga?
Prive adalah uang usaha yang diambil untuk keperluan pribadi — misalnya ambil Rp 300.000 dari kas warung buat beli beras rumah tangga, bukan buat kulakan. Ini berbeda dari biaya usaha (seperti bayar listrik toko), karena prive murni kebutuhan pribadi pemilik.
Prive dicatat dengan jenis Modal juga, tapi sebagai uang keluar. Kalau Alur di perangkat Anda belum menyediakan pilihan “prive” secara terpisah, catat sebagai pengeluaran Modal — yang penting jangan dicampur ke biaya operasional usaha, karena itu akan membuat Laba Bersih Anda terlihat lebih kecil dari yang sebenarnya.
Apa akibatnya kalau modal dan prive tidak dipisahkan dengan benar?
Warung yang tidak memisahkan uang pribadi dan uang usaha sering mengalami ini: kelihatannya selalu ada uang di kas, tapi begitu ditotal ternyata modalnya menyusut tahun demi tahun tanpa disadari. Uang usaha dipakai bolak-balik untuk kebutuhan rumah tangga tanpa tercatat, sehingga pemilik tidak pernah tahu usahanya sebenarnya berkembang atau justru merugi.
Dengan mencatat modal dan prive secara jujur di Alur, laporan Laba Rugi Anda mencerminkan kondisi usaha yang sebenarnya — bukan tercampur uang pribadi.
Contoh kasus: modal dan prive yang tercampur tanpa disadari
Bu Wati punya warung yang sudah berjalan tiga tahun. Setiap kali butuh uang mendadak — bayar sekolah anak, beli obat, atau keperluan rumah tangga — dia ambil dari laci warung tanpa mencatat apa pun. Dia merasa “toh itu uang saya sendiri, warung juga punya saya”.
Masalahnya, setelah tiga tahun, dia tidak pernah tahu sebenarnya modal warungnya bertambah atau justru terus berkurang, karena semua pengambilan itu tidak pernah tercatat. Begitu dihitung ulang dengan mencatat setiap prive secara rapi, ternyata modalnya menyusut cukup jauh dari modal awal — bukan karena warungnya rugi jualan, tapi karena prive yang tidak terkendali.
Ini bukan berarti mengambil uang usaha untuk kebutuhan pribadi itu salah — itu hak pemilik usaha. Yang penting adalah mencatatnya, supaya Anda tahu persis berapa yang sudah diambil dan bisa menilai apakah usaha benar-benar berkembang atau justru modalnya terus terkuras oleh pengambilan pribadi yang tidak terkendali.
Untuk memahami kenapa omzet dan uang di kas juga sering tertukar, baca beda uang masuk dan omzet. Kalau ingin tahu bagaimana laba dihitung dari semua jenis transaksi ini, lanjut ke membaca laporan laba rugi.