Lompat ke konten
Alur

Stok Barang

Cara Mencatat Kulakan dan Menghitung Harga Pokok Penjualan

Diperbarui

Setiap belanja stok dagangan dicatat sebagai transaksi jenis 'Kulakan' di Alur, lengkap dengan nama barang, jumlah, dan harga beli. Saat barang itu terjual nanti, Alur otomatis menghitung harga pokok penjualan (HPP) dari harga beli tersebut untuk menentukan laba kotor.

Apa itu transaksi kulakan di Alur?

Kulakan adalah belanja barang dagangan untuk dijual lagi. Misalnya Anda beli 10 dus mi instan seharga Rp 450.000 dari distributor untuk stok warung. Ini dicatat sebagai transaksi jenis “Kulakan” di Alur, bukan sebagai biaya operasional biasa.

Bagaimana cara mencatat kulakan langkah demi langkah?

  1. Buka Alur, ketuk tombol tambah transaksi.
  2. Pilih jenis transaksi “Kulakan”.
  3. Pilih atau tambahkan barangnya, misalnya “Mi Instan Indomie Goreng”.
  4. Isi jumlah yang dibeli, misalnya 10 dus (240 bungkus).
  5. Isi total harga beli, misalnya Rp 450.000.
  6. Ketuk Simpan.

Begitu disimpan, dua hal terjadi: stok mi instan di Alur bertambah 240 bungkus, dan saldo Kas berkurang Rp 450.000.

Layar Daftar Stok Barang di Alur menampilkan daftar barang dagangan beserta jumlah stok masing-masing.
Stok mi instan bertambah otomatis begitu kulakan dicatat.

Apa itu harga pokok penjualan dan kenapa penting?

Harga pokok penjualan (HPP) adalah harga beli barang yang Anda jual — bukan harga jualnya. Ini angka penting karena menentukan berapa untung kotor yang Anda dapat dari setiap barang yang laku.

Contoh: dari 240 bungkus mi seharga total Rp 450.000, harga beli per bungkus sekitar Rp 1.875. Kalau Anda jual per bungkus Rp 2.500, maka setiap bungkus yang terjual menyumbang laba kotor sekitar Rp 625.

Alur menghitung ini otomatis. Anda tidak perlu menghitung sendiri harga beli per satuan — cukup catat kulakan dengan benar, Alur yang mengurus sisanya saat barang itu terjual.

Bagaimana hubungan kulakan dengan laporan laba rugi?

Rumus laba kotor di Alur:

Laba kotor = Omzet − Total harga pokok penjualan (HPP)

HPP di sini dihitung dari harga kulakan barang-barang yang benar-benar terjual pada periode tersebut — bukan dari semua kulakan yang pernah Anda lakukan. Kalau Anda kulakan banyak tapi belum laku, itu belum masuk hitungan HPP; barang itu masih tersimpan sebagai stok.

Layar Laporan Keuangan Alur menampilkan baris HPP (harga pokok penjualan) di antara Omzet dan Laba Kotor pada bagian Ringkasan Laba.
HPP dihitung otomatis dari kulakan barang yang benar-benar terjual.

Ini kenapa mencatat kulakan dengan harga beli yang benar itu penting: kalau harga beli salah dicatat, laba kotor yang muncul di laporan juga ikut salah, walau uang di kas tetap terlihat benar.

Apa yang harus diperhatikan saat mencatat kulakan?

  • Catat harga beli total untuk seluruh jumlah barang, bukan cuma per satuan, supaya Alur bisa menghitung harga rata-rata per satuan dengan tepat kalau harga kulakan berubah-ubah tiap kali beli.
  • Catat kulakan sesegera mungkin setelah belanja. Semakin lama ditunda, semakin besar risiko lupa nominalnya.
  • Kalau kulakan barang yang sama tapi harganya beda dari kulakan sebelumnya (misalnya harga distributor naik), tetap catat sesuai harga beli yang baru — Alur akan menyesuaikan hitungan HPP-nya.

Kenapa tidak cukup hanya mencatat penjualan tanpa mencatat kulakan?

Banyak pemilik warung merasa mencatat penjualan saja sudah cukup, karena “yang penting kan uang masuknya”. Padahal tanpa data kulakan, Alur (dan Anda sendiri) tidak akan pernah tahu berapa sebenarnya harga pokok dari barang yang laku terjual. Akibatnya, laporan Laba Kotor tidak bisa dihitung sama sekali — yang muncul cuma angka Omzet, tanpa tahu berapa besar untung sesungguhnya.

Contoh: kalau Anda jual mi instan Rp 2.500 per bungkus tapi tidak pernah mencatat harga belinya, Anda tidak akan tahu apakah untung Rp 625 per bungkus, atau justru rugi karena harga beli dari distributor sudah naik tanpa Anda sadari.

Kalau stok Anda sudah mulai menipis dan Anda perlu tahu kapan harus kulakan lagi atau menyesuaikan jumlah stok yang tercatat, lanjut ke stok menipis dan penyesuaian. Untuk melihat bagaimana angka ini muncul di laporan lengkap, baca membaca laporan laba rugi.

Pertanyaan lain

Apa itu harga pokok penjualan (HPP)?

HPP adalah harga beli barang yang Anda jual. Kalau beli mi instan Rp 3.000 per bungkus lalu dijual Rp 4.000, HPP-nya Rp 3.000 dan laba kotornya Rp 1.000 per bungkus.

Apakah kulakan mengurangi laba usaha secara langsung?

Tidak langsung. Kulakan mengurangi kas saat dibeli, tapi baru memengaruhi laba saat barangnya terjual, lewat perhitungan harga pokok penjualan.

Bagaimana kalau saya lupa mencatat kulakan?

Stok dan harga pokok akan salah, karena Alur tidak tahu barang itu dibeli berapa. Catat kulakan sesegera mungkin setelah belanja, idealnya hari yang sama.