Lompat ke konten
Alur

Transaksi

Cara Mencatat Penjualan Kredit (Utangan Pelanggan) di Alur

Diperbarui

Saat mencatat penjualan di Alur, pilih status pembayaran 'belum lunas' alih-alih tunai. Transaksi tetap tercatat sebagai omzet, tapi uangnya masuk ke daftar Piutang, bukan ke Kas, sampai pelanggan membayarnya.

Apa itu penjualan kredit dan kapan biasanya terjadi?

Penjualan kredit adalah menjual barang dulu, uangnya menyusul kemudian. Ini sering terjadi di warung yang pelanggannya kenal baik, misalnya tetangga langganan yang minta “dicatat dulu, nanti gajian dibayar.”

Buat warung kecil, ini biasa dan sah-sah saja. Masalahnya muncul kalau penjualan seperti ini tidak dicatat rapi — akhirnya pemilik warung lupa siapa yang masih berutang dan berapa jumlahnya.

Bagaimana cara mencatat penjualan kredit langkah demi langkah?

  1. Buka Alur, ketuk tombol tambah transaksi.
  2. Pilih jenis transaksi “Penjualan”.
  3. Isi barang dan nominalnya seperti biasa. Contoh: Bu Ida ambil 2 kg gula dan 1 minyak goreng seharga Rp 58.000.
  4. Saat diminta status pembayaran, pilih “Belum Lunas” (bukan tunai).
  5. Isi nama pelanggan supaya mudah ditelusuri nanti, misalnya “Bu Ida”.
  6. Ketuk Simpan.

Transaksi ini langsung masuk ke daftar Piutang dengan nama Bu Ida dan nominal Rp 58.000 yang belum dibayar.

Apa yang berubah di laporan setelah mencatat penjualan kredit?

Dua hal berjalan berbeda:

  • Omzet langsung bertambah Rp 58.000, karena barangnya sudah terjual — tidak peduli uangnya sudah diterima atau belum.
  • Kas tidak bertambah sama sekali sampai Bu Ida benar-benar membayar. Kalau Anda mengecek Kas hari itu, uang Rp 58.000 itu belum ada di sana.

Ini yang bikin sebagian orang bingung: kok omzet naik tapi uang di kas tidak nambah? Jawabannya karena omzet mengukur penjualan, bukan uang di tangan. Penjelasan lengkapnya ada di beda uang masuk dan omzet.

Bagaimana kalau stok barangnya sudah terdaftar di Alur?

Kalau gula dan minyak goreng sudah Anda daftarkan sebagai barang dagangan, stoknya otomatis berkurang begitu penjualan dicatat — sama seperti penjualan tunai. Status lunas atau belum lunas tidak memengaruhi pengurangan stok, karena barangnya memang sudah keluar dari toko.

Bagaimana cara melihat siapa saja yang masih berutang?

Buka halaman Piutang di Alur. Di sana Anda akan melihat daftar semua pelanggan yang masih punya utang, lengkap dengan nominal dan tanggal transaksinya. Halaman ini juga tempat Anda mencatat kalau pelanggan sudah membayar, sebagian maupun lunas sekaligus.

Layar Utang & Piutang Alur menampilkan Total Piutang Belum Lunas Rp 350.000, tab Piutang dan Utang, serta kartu per pelanggan berisi nominal dan tanggal jatuh tempo.
Penjualan kredit yang belum dibayar muncul di sini, lengkap dengan nama pelanggan.

Apa yang harus dihindari saat mencatat penjualan kredit?

  • Jangan mencatatnya sebagai “belum tercatat” dan menunggu sampai dibayar — nanti gampang terlupa. Catat langsung saat barang terjual, dengan status belum lunas.
  • Jangan mencampur penjualan kredit dengan modal atau pelunasan utang. Kalau bingung bedanya, baca mencatat modal dan prive.
  • Jangan lupa mencatat nama pelanggan. Tanpa nama, sulit menagih kalau daftar piutang sudah panjang.

Bagaimana kalau pelanggan sering minta kredit dan warung jadi kekurangan kas?

Ini keluhan umum warung yang pelanggannya banyak minta bayar belakangan. Solusinya bukan berhenti memberi kredit sama sekali — kadang itu memang cara menjaga pelanggan tetap loyal — tapi menetapkan batas wajar, misalnya maksimal utang per pelanggan, dan menagih secara rutin, bukan menunggu pelanggan ingat sendiri.

Dengan mencatat setiap penjualan kredit di Alur secara disiplin, Anda selalu tahu total piutang yang beredar kapan saja, sehingga bisa memutuskan kapan perlu lebih ketat memberi kredit baru — misalnya saat kas mulai menipis untuk kulakan.

Setelah pelanggan membayar, langkah selanjutnya ada di menagih piutang dan mencatat cicilan — termasuk cara mencatat kalau pelanggan cuma bayar sebagian dulu.

Pertanyaan lain

Apakah penjualan kredit tetap dihitung sebagai omzet?

Ya, tetap dihitung sebagai omzet begitu barang terjual, walaupun uangnya belum diterima. Yang belum bertambah adalah kas, bukan omzetnya.

Bagaimana kalau pelanggan cuma bayar sebagian?

Catat sebagai cicilan lewat halaman Piutang. Sisa utang akan tetap tercatat sampai dilunasi penuh. Lihat caranya di panduan menagih piutang dan mencatat cicilan.

Bisakah stok tetap berkurang walau belum dibayar?

Bisa. Stok berkurang begitu barang keluar dari toko, terlepas dari status pembayarannya sudah lunas atau masih berutang.