Memulai
Cara Mencatat Transaksi Pertama di Alur
Diperbarui
Buka Alur, ketuk tombol tambah di halaman utama, pilih jenis transaksi (penjualan, modal, pelunasan utang, atau kulakan), isi nominal dan tanggal, lalu ketuk Simpan. Transaksi langsung tercatat di Riwayat dan memengaruhi saldo Kas.
Apa yang perlu disiapkan sebelum mencatat transaksi pertama?
Tidak perlu persiapan rumit. Yang Anda butuhkan cuma HP dengan Alur terpasang, dan angka nominal transaksi yang mau dicatat. Kalau warung Anda punya saldo kas yang sudah ada sebelum mulai pakai Alur, siapkan juga angka itu — nanti diisi sekali di awal sebagai saldo awal.
Alur tidak meminta Anda paham istilah akuntansi. Semua ditulis dengan bahasa sehari-hari: Uang Masuk dan Uang Keluar, bukan debet-kredit.
Bagaimana cara mencatat transaksi pertama, langkah demi langkah?
- Buka aplikasi Alur.
- Di halaman utama, ketuk tombol tambah (biasanya berbentuk lingkaran dengan tanda plus).
- Pilih jenis transaksi yang sesuai — misalnya “Penjualan” kalau Anda baru saja menjual barang.
- Isi nominal uangnya. Contoh: jual 5 bungkus gula seharga Rp 65.000.
- Pastikan tanggal transaksi sudah benar (biasanya otomatis terisi tanggal hari ini).
- Tambahkan catatan singkat kalau perlu, misalnya nama pembeli atau barang yang dijual.
- Ketuk Simpan.

Selesai. Transaksi itu langsung muncul di halaman Riwayat dan ikut dihitung ke saldo Kas serta Omzet warung Anda.
Apa saja jenis transaksi yang bisa dicatat di Alur?
Alur punya empat jenis pencatatan:
- Penjualan — setiap kali Anda menjual barang, baik dibayar tunai langsung maupun berutang (kredit). Menjual barang otomatis mengurangi stok kalau barangnya sudah didaftarkan.
- Modal — uang yang Anda masukkan ke usaha, misalnya modal awal buka warung atau tambahan modal dari tabungan pribadi.
- Pelunasan utang — saat pelanggan membayar utangnya, atau saat Anda melunasi utang ke pemasok.
- Kulakan — pembelian stok barang dagangan, misalnya beli 10 dus mi instan seharga Rp 450.000.
Kenapa harus memilih jenis transaksi yang tepat?
Karena setiap jenis transaksi punya arti keuangan yang berbeda, dan Alur memakai itu untuk menghitung laporan Anda secara otomatis. Kalau uang masuk dari penjualan dicatat sebagai “modal”, laporan Omzet dan Laba Anda jadi salah — padahal Anda tidak sadar salahnya di mana.
Aturan sederhananya: kalau uangnya dari hasil jualan, pilih Penjualan. Kalau uangnya Anda setor sendiri ke usaha, pilih Modal. Kalau itu bayaran utang, pilih Pelunasan Utang. Kalau itu belanja barang dagangan, pilih Kulakan.
Apa yang terjadi setelah transaksi disimpan?
Tiga hal langsung terjadi begitu Anda menyimpan transaksi:
- Transaksi masuk ke halaman Riwayat, lengkap dengan tanggal dan jenisnya.
- Kalau itu transaksi tunai, saldo Kas ikut bertambah atau berkurang.
- Kalau itu penjualan barang yang stoknya terdaftar, jumlah stok otomatis berkurang.

Anda bisa langsung mengecek dampaknya di halaman Laporan atau Dashboard.
Apa yang harus dilakukan kalau salah catat?
Buka transaksi tersebut dari halaman Riwayat. Kalau bulan pencatatannya belum dikunci, Anda bisa mengedit nominalnya atau membatalkannya dengan alasan. Alur tidak pernah menghapus transaksi secara permanen — transaksi yang dibatalkan tetap tersimpan jejaknya di Riwayat Perubahan, supaya catatan keuangan Anda tetap bisa ditelusuri.
Apa kesalahan yang sering dibuat pemilik warung baru di minggu pertama?
Ada tiga kebiasaan yang sering bikin catatan berantakan sejak awal. Pertama, menunda mencatat sampai akhir hari dengan alasan “sedang sibuk melayani pembeli” — akibatnya beberapa transaksi kecil terlupa. Sebaiknya catat begitu transaksi selesai, sebelum beralih ke pembeli berikutnya; hanya butuh beberapa detik.
Kedua, mencampur semua jenis transaksi jadi satu kategori saja, misalnya semua dianggap “penjualan” termasuk setoran modal pribadi. Ini bikin laporan Omzet dan Laba jadi tidak mencerminkan usaha yang sebenarnya.
Ketiga, tidak mencatat nominal secara pasti — misalnya menaksir “sekitar Rp 50 ribuan” alih-alih angka pasti dari struk atau nota. Kebiasaan ini kecil tapi kalau dibiarkan, laporan keuangan Anda lama-lama tidak bisa dipercaya lagi.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terbiasa mencatat di Alur?
Kebanyakan pemilik warung sudah terbiasa dalam beberapa hari pertama, karena alurnya sama setiap kali: pilih jenis transaksi, isi nominal, simpan. Setelah rutin seminggu, mencatat transaksi biasanya cuma butuh waktu beberapa detik per transaksi — tidak lebih lama dari menulis di buku catatan manual, tapi hasilnya jauh lebih rapi dan bisa dihitung otomatis.
Kalau Anda baru mulai dan masih bingung soal bedanya uang masuk dengan omzet, baca beda uang masuk dan omzet — ini kesalahan paling sering dibuat pemilik warung saat baru pindah dari catatan manual ke Alur.